Pelabuhan Rotterdam Ikut Kembangkan Dua Pelabuhan Indonesia

Pelabuhan Rotterdam Ikut Kembangkan Dua Pelabuhan Indonesia

Otoritas Pelabuhan Rotterdam menandatangani kesepakatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan dua pelabuhan di Indonesia, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Jakarta.

Port of Rotterdam Authority menandatangani perjanjian usaha patungan dengan perusahaan pelabuhan milik negara Indonesia Pelindo 1 karena duo ini bertujuan untuk mempersiapkan pengembangan pelabuhan laut dalam baru di Kuala Tanjung.

Tim gabungan Pelindo 1 dan Otoritas Pelabuhan Rotterdam telah dipercayakan untuk menyiapkan keputusan investasi, kata otoritas pelabuhan tersebut.

Sebagai tambahan, konsultan teknik dan konsultasi manajemen Belanda Royal HaskoningDHV menandatangani dua kontrak dengan Pelindo 1 untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, yang mencakup jasa teknik dan konsultasi untuk Pelabuhan Gateway Industri Kuala Tanjung.

Kuala Tanjung merupakan salah satu dari 24 pelabuhan komersial strategis yang akan dikembangkan di bawah visi jalan raya maritim Presiden Joko Widodo. Terletak di provinsi Sumatera Utara, Selat Malaka, pelabuhan tersebut akan terintegrasi dengan pelabuhan terdekat dan zona ekonomi khusus.

Pada bulan Agustus 2015, Otoritas Pelabuhan Rotterdam menandatangani perjanjian kemitraan dengan Pelindo 1 untuk pengembangan pelabuhan tersebut. Setelah penandatanganan perjanjian, otoritas pelabuhan melakukan studi kelayakan untuk pelabuhan baru tersebut untuk menilai apakah akan memasuki usaha patungan dengan Pelindo 1 untuk realisasi lebih lanjut proyek tersebut.

Selanjutnya, otoritas pelabuhan menandatangani nota kesepahaman dengan Pelindo 2, perusahaan pelabuhan milik negara dan JakPro, perusahaan pengembang lahan di Kota Jakarta, untuk perluasan Pelabuhan Jakarta pada tanggal 23 November 2016 .

Berdasarkan MoU tersebut, ketiga pihak sepakat bahwa mereka akan bersama-sama mengarahkan dan mendukung studi kelayakan persiapan untuk perluasan Pelabuhan Jakarta di masa depan di pulau-pulau yang disebut O, P dan Q.

Kontrak ditandatangani pada saat kunjungan delegasi perdagangan Belanda ke Indonesia baru-baru ini. Kerjasama ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak dalam periode yang panjang.