Diperkirakan Sekitar 30 Tewas Dalam Tenggelamnya KM Lestari Maju

Diperkirakan Sekitar 30 Tewas Dalam Tenggelamnya KM Lestari Maju

Jumlah orang yang meninggal dunia setelah kapal KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, telah meningkat menjadi hampir 30 pada Rabu pagi, Badan Penanggulangan Bencana Bulukumba (BPBD) mengatakan.

BPBD Bulukumba mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada 1:54 pagi pada hari Rabu, 29 dari 139 orang di atas kapal penumpang, yang tenggelam pada hari Selasa, telah ditemukan tewas.

Empat puluh satu penumpang masih hilang. Sementara itu, ada 69 yang diketahui selamat, dengan 34 dari mereka menerima perawatan medis di rumah sakit.

Upaya pencarian masih berlangsung,” kata BPBD Bulukumba. “Tidak semua penumpang bisa mendapatkan jaket pelampung [ketika kecelakaan itu terjadi].”

Sulit bagi personil untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, yang telah berlangsung sejak Selasa sore, karena hujan dan ombak tinggi, yang telah mencegah sebuah kapal besar berlayar di dekat lokasi di mana kapal itu terbalik, kata BPBD.

Insiden itu dilaporkan disebabkan oleh kebocoran di lambung kapal yang menyebabkan air masuk ke kapal.

Hanya berselang 2 minggu dari peristiewa Danau Toba

Itu adalah insiden maritim terbaru dalam dua minggu setelah KM Sinar Bangun yang penuh sesak tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara. Tiga penumpang telah ditemukan tewas, sementara ada 22 orang yang selamat dan setidaknya 164 lainnya masih hilang.

Dari 2 kejadian tenggelamnya kapal pengangkut ini dalam waktu dekat merupakan suatu peringatan bahwa ada sesuatu yang salah dengan standariasi beberapa kapal nasional. Ini tentu harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah pusat karena berkaitan dengan keselamatan banyak orang.

Khusus untuk korban tenggelam di Danau Toba, hingga saat ini beberapa korban masih belum ditemukan dan sisa jumlah korban tenggelam tidak diketahui secara pasti karena tidak ada data akurat dan resmi dari pihak KM Sinar Bangun tentang jumlah penumpang yang menaiki kapal tersebut. Dari banyaknya laporan warga tentang keluarganya yang diklaim ikut dalam perjalanan tersebut, diperkirakan ada sekitar 200 penumpang lebih yang turut dalam perjalanan tersebut, ini melebihi jauh kapasitas yang seharusnya berada pada angka 80 penumpang saja.