Qatar dan Iran Sepakat Tingkatkan Pengiriman Antar Pelabuhan

Qatar dan Iran Sepakat Tingkatkan Pengiriman Antar Pelabuhan

Qatar tertarik untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Iran dan meningkatkan pengiriman antara pelabuhan Bushehr dan Hamad, Iran Ports and Maritime Organization (PMO) menginformasikan.

Wakil kepala PMO Hadi Hagh Shenas membuat pengumuman itu setelah pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara, yang telah dipaksa untuk mendiversifikasi hubungan perdagangan menyusul sanksi baru-baru ini.

Yakni, setelah kejatuhan diplomatik dengan tetangganya pada Juni 2017, Qatar meluncurkan layanan pelayaran baru untuk menghindari tetangganya yang bermusuhan termasuk UAE, Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir. Dengan demikian, Qatar mulai mengimpor barang langsung dari China dan Oman alih-alih mentransportnya melalui Dubai.

Krisis Teluk juga mengakibatkan Hamad memperkuat jaringan maritimnya ke pelabuhan regional lainnya, termasuk dua pelabuhan Oman, Sohar dan Salalah, pelabuhan Derince Turki, Pelabuhan Pakistan Karachi dan pelabuhan India Mundra dan Nhava Sheva.

PMO menawarkan Qatar untuk mengimpor dan mengekspor produknya melalui pelabuhan Bushehr ke Hamad. Shenas menambahkan bahwa pelabuhan Bushehr juga bisa berfungsi sebagai pusat transhipment untuk Qatar untuk barang yang berasal dari Turki.

Kerjasama saling menguntungkan Iran-Qatar

Setelah sanksi AS terbaru terhadap Tehran, yang berdampak pada sektor pelayaran, pelabuhan, dan pembuatan kapal Iran, negara ini harus menemukan cara untuk mengkompensasi kerugian yang berasal dari sanksi.

National Iranian Oil Company (NIOC), Naftiran Intertrade Company (NICO), dan National Iranian Tanker Company (NITC) akan terkena dampak langsung dengan sanksi bersama dengan Garis Pengiriman Republik Islam Iran (IRISL), Jalur Pengiriman Iran Selatan, atau mereka afiliasi.

Secara khusus, pengiriman jurusan seperti CMA CGM, Maersk dan MSC harus meninjau pendekatan mereka ke Iran dan memutuskan hubungan mereka agar dapat melanjutkan perdagangan di AS.

Perusahaan-perusahaan yang memperdagangkan dolar AS atau memiliki operasi di sana tidak dapat membiarkan diri mereka kehilangan pangsa pasar AS, karenanya, mereka cenderung mengakhiri hubungan mereka dengan Iran sebagai konsekuensinya.

Dengan sanksi Amerika terhadap Iran, serta Qatar yang saat ini dimusuhi oleh negara tetangga, maka kerjasama antara Iran-Qatar menjadi situasi saling menguntungkan meskipun kedua negara sebelumnya tidak begitu dekat bahkan cenderung rengggang.