ReCAAP Peringatkan Ancaman Abu Sayyaf di Malaysia

ReCAAP Peringatkan Ancaman Abu Sayyaf di Malaysia

Pengawas pembajakan Asia ReCAAP ISC mengeluarkan peringatan pada tanggal 1 Mei kepada para pelaut atas ancaman penculikan awak yang diajukan oleh anggota Abu Sayyaf di Malaysia.

Aby Sayyaf adalah salah satu kelompok jihadis paling ganas di Filipina selatan, yang terkenal jahat karena penculikan untuk tebusan.

“Kelompok ini akan menggunakan speedboat 3-Engine biru dan diperkirakan akan dilakukan ke Sabah dalam 24 jam ke depan,” kata ReCAAP, mengutip informasi dari Phillippine Focal Point.

Sebagaimana diinformasikan, kelompok itu berencana untuk menculik para pelaut yang beroperasi di daerah tersebut.

“Semua kapal yang melakukan transit di area ini disarankan untuk sangat berhati-hati ketika transit di perairan Lahad Datu dan perairan di sekitar Sabah,” lanjut peringatan tersebut.

Sejak Oktober 2016, para pelaku telah mulai menargetkan kapal dengan tonase yang lebih besar, seperti Dong Bang Giant 2, Royal 16, Southern Falcon, dan Kumiai Shagang.

Begitu berada di tangan mereka, para pelaut sering dikenai hukuman berbulan-bulan dan kadang-kadang bahkan dieksekusi. Hal ini terutama karena fakta bahwa pemerintah Filipina telah mengadopsi kebijakan tanpa tebusan ketika berhadapan dengan kelompok militan.

Aksi Abu Sayyaf

Dalam sebuah insiden yang terjadi pada November 2016, enam orang diambil oleh militan dari kapal induk Royal 16.

Mayat dua pelaut yang dipenggal kepalanya ditemukan oleh militer Filipina pada bulan Juli 2017, sementara seorang pelaut dituduh tewas dalam baku tembak di bulan yang sama. Dua pelaut telah diselamatkan dari kelompok, sementara nasib satu mariner masih belum diketahui.

Abu Sayyaf sendiri merupakan gerakan yang juga mengakui afiliasi dengan ISIS untuk melakukan pemberontakan dan teror dibanyak wilayah. Abu Sayyaf telah banyak dimusuhi oleh banyak negara khususnya Filipina yang merupakan negara pertama yang menjadi korban dari kejahatan yang dilakukan oleh Abu Sayyaf.

Banyak aksi Abu Sayyaf menculik orang-orang dan meminta tebusan mahal untuk hal tersebut. Kepada negara setiap orang yang diculik, Abu Sayyaf selalu meminta tebusan besar dan tidak segan-segan mengeksekusi warga negara dari banyak negara jika pemerintah setempat tidak memberikan respon yang baik pada kelompok ini.