Indonesia Tanda Tangani Kerjasama Untuk SOMS

Indonesia Tanda Tangani Kerjasama Untuk SOMS

Dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan navigasi di Selat Malaka dan Singapura (SOMS), fase kedua survei hidrografi bersama diluncurkan secara resmi melalui sebuah kesepakatan yang ditandatangani di Malaysia.

Di bawah Memorandum of Understanding (MOU), yang ditandatangani antara Singapura, Indonesia, Malaysia dan Malacca Strait Council (MSC) Jepang, tahap kedua survei akan mencakup area yang tersisa dari Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Breaking Scheme – TSS) di dalam SOMS yang dangkal dari 30 meter

“Survei Hidrografi Bersama untuk SOMS akan memungkinkan grafik navigasi diperbarui dengan informasi bahari terbaru dan membantu memperbaiki keselamatan navigasi di salah satu jalur air paling baik di dunia. Ini mencerminkan usaha bersama dari tiga negara pesisir dalam mempromosikan keamanan navigasi di Selat, “kata Andrew Tan, Chief Executive MPA Singapore.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Forum Kerja Sama ke-10 mengenai keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan yang diadakan pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2017 di Kota Kinabalu.

Data yang diperoleh dari survei ini akan digunakan untuk menghasilkan grafik bahari berskala besar yang up-to-date untuk navigasi yang aman dan perencanaan pelayaran yang lebih baik di Selat Malaka dan Singapura.

Terlibatnya Indonesia dalam perjanjian kemaritiman tentunya memang sangat diperlukan. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memerlukan sumber daya yang canggih untuk dapat memanfaatkan dan menjaga sumber kandungan laut yang amat kaya. Ini tentu menjadi salah satu daya tarik bagi para penggangu yang memasuki perairan Indonesia sehingga hasil alam ini tidak dinikmati secara ilegal oleh para pencuri dari negara lain.

Teknologi kapal canggih seperti navigasi tentunya sangat diperlukan untuk menunjang semua hal itu. Ini membuat kesalamatan bagi para pelaut Indonesia menjadi lebih baik dan lebih siap dalam menghadapi tantangan yang ada.